Gallery
0

Penjara (1)

Pekan lalu, saya membaca dua peristiwa yang terjadi di penjara. Pertama, kebakaran di Lapas kelas 1, Tangerang, yang menelan sekurangnya 45 korban tewas (8/9). Ketika membaca beritanya, saya terhenti pada sebuah kalimat, “…dalam unggahannya di instagram.” Maka saya segera mencari nama korban yang tertera, menelusuri rekam peristiwa yang terjalin di instagram-nya.

Tentu aneh, ya, bisa-bisanya tahanan terus-menerus memperbarui kabar melalui media sosial. Tapi, soal itu, ah, sudahlah. Yang jelas dari gambar-gambar dan komentar yang tertera, saya dapat menyimpulkan bahwa ia adalah remaja yang baru saja melepas usia 17 tahunnya dan berasal dari keluarga baik-baik.

Continue reading
Gallery
0

Mesaharati

Dalam catatan-catatan yang saya baca, tradisi membangunkan orang untuk sahur (mesaharati) berawal di Madinah, yaitu ketika Bilal ibn Rabbah berkeliling pada Ramadan untuk memberitahu waktu sahur. Ada pula yang mengatakan bahwa Bilal akan azan sebagai penanda sahur sementara Ibnu Maktum akan azan sebagai penanda masuknya waktu subuh.

Mesaharati kemudian menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam rentang Ramadan. Misalnya Gubernur Mesir pada masa Abbasiyah, Ibnu Ishaq, beliau akan berjalan dari Fustat (ibu kota Mesir sebelum Cairo) hingga Masjid Amr ibn Ash untuk membangunkan orang-orang, “Wahai hamba Allah, sahurlah. Sebab dalam sahur ada keberkahan.”

Continue reading
Gallery
0

Mekar dari Akar yang Hampir Tercerabut

Muhammad ibn Abdallah XII (Boabdil), penguasa terakhir Dinasti Nasrid (Dinasti muslim terakhir di al-Andalus/Spanyol), akhirnya harus pergi setelah ia menyerahkan “the keys of paradise” atau kunci-kunci gerbang kota Granada kepada Ferdinand of Aragon dan Isabel of Castilla pada 1492.

Dari kejauhan ia memandangi dan menangisi tanah merah berserta kemegahan Granada yang ia tinggalkan. Lalu ibunya berkata, “Sebagai lelaki, tak pantas bagimu menangisi tanah yang tidak kaupertahankan.”

Continue reading
Gallery
0

Masak

Sukabumi, 5 Mei 2020

Hey, June… Alhamdulillah, Juni ke-13 dalam kisah cinta ijk dan babang. Kali ini saya mau bercerita tentang perjalanan memasak yang saya lalui selama menikah. Ehm.

Saya nggak suka masak (di awal nikah), tapi alhamdulillah suami senang masak dan itu jadi motivasi utama buat saya untuk belajar masak. Sebenarnya ga seperti itu juga, sih.

Alkisah, pada tahun kedua pernikahan, Kak A ada keperluan di tanah air selama satu bulan. Satu bulan itu kan 30 hari…T_T saat itu saya membayangkan, ntar makannya gimana dong…

Maka saya pun curhat kepada salah satu sahabat, “Menurut lo gue kudu gimana?”

Lalu dengan yaqueen, ia berkata, “Gue pernah sih nonton film tentang istri yang situasinya mirip sama lo. Dia bodoh soal memasak. “

Suwer, temen saya pake diksi “bodoh” dan itu bener-bener terngiang-ngiang sampai sekarang.

Continue reading
Gallery
0

Doa dari Thaif itu Tiba di India

Catatan kedua puluh empat

18 April 2020

Dakwah yang diemban Rasulullah pada fase Makiyyah (Mekah) sangatlah berat, terlebih setelah mangkatnya dua orang yang selalu membelanya, yaitu Abu Thalib dan Sayyidatinaa Khadijah. Rasulullah dan sahabat semakin banyak menerima cemoohan juga siksaan dari Bani Quraisy. Hal ini tidak lepas dari ketakutan dan kekhawatiran para petinggi Puak Quraisy jika posisi mereka sebagai orang paling berpengaruh akan digantikan oleh keponakan mereka, yaitu Muhammad ibn Abdullah.

Sebagai ikhtiar untuk mendapat tempat yang kondusif untuk beribadah, Rasul dan sahabat melakukan perjalanan. Ada Ja’far ibn abdul Muthalib yang menjadi delegasi ke Habasyah untuk menemui raja Najasyi. Ada Mush’ab ibn Umair yang menjadi duta dakwah Islam di Madinah. Sementara, Rasulullah, ditemani oleh Zaid ibn Haritsah, pergi ke Thaif untuk menemui Bani Tsaqif dan menyampaikan ajaran Islam.

Continue reading