Gallery
2

Peralihan 2: Si Tukang Marah

Di antara doa-doa yang selalu saya panjatkan adalah, “Ya Allah, hindarilah aku dari segala penyakit hati.” Sebab, tentu kita mafhum bahwa hati adalah raja dalam diri kita. Jika ia baik, maka keseluruhan tubuh akan baik. Jika ia buruk, maka keseluruhan tubuh pun akan buruk (seperti yang disabdakan Rasulullah Saw.)

Nah, kalau misalnya saya sering spanneng, senggol bacok, doyan ngelamun nggak jelas, pasti sebab utamanya adalah hati saya sedang tak sehat. Saya agak sedih dengan saran: kalau gitu, dekati Pemilik hati dong.. Iya, sedih. Kesannya saya tidak berusaha melakukan hal itu. Padahal, mungkin yang saya perlu hanya sejenak waktu untuk melakukan hal yang saya sukai.

img_20130601_144132

Continue reading

Gallery
0

Kalau Pergi ke Taman Safari (1)

Ceritanya saya merasa berutang sama Fatih karena belum sempat mengajak Fatih jalan-jalan ke kebun binatang. Pernah sih, ke Giza Zoo ketika di Cairo. Tapi, sayang banget karena hewan-hewan di sana ternyata sangat terbatas. Paling banyak semut, kucing, dan gagak. Ada juga hewan yang berevolusi, yaitu elang yang berubah jadi ayam karena hanya bisa berjalan dan terbang rendah. Padahal, dari yang saya baca, dulunya kebun binatang ini cukup megah, loh!

Continue reading

Gallery
0

Sukabumi

Sukabumi adalah kampung ayah saya, tempat aki mendarmabaktikan hidupnya dalam perjuangan sebagai tentara, tempat nini menebar benih ikan di kolam; menyemai padi; menyabit rumput untuk kambing-kambingnya; juga bercerita tentang keberhasilannya menangkap musang yang menyelinap dan mencuri ayam-ayamnya. Ya, nini saya adalah seorang petani.

Di Sukabumi, aki membangun sebuah langgar di belakang rumah. Di sanalah tempat saya salat sembari mendengarkan gericik air pancuran yang mengalir dari mataair. Terkadang, sehabis salat, aki akan meminta saya mengaji. Setiap kali saya mengaji al-‘Adiyaat, aki akan meminta saya mengulangnya sampai tiga kali. Aki meninggal saat saya SD (antara kelas 5 atau 6). Aki, Allahu yarham, kembali kepada Allah selepas berucap selamat tinggal dalam Haji Wada’ di Makkah.

This slideshow requires JavaScript.

Continue reading

Gallery
0

Melankolia Malam

I

Sebelum kaudatang,

koyaklah awan

penghalang bulan

yang purnama sebagai wajah rekah perawan

memancar caya merindu dendam

 

II

Lepaslah bintang-bintang dari sangkar

Biar mencar memancar gemerlap sinar

Temani kembang malam yang setengah mekar

menunggumu hingga jelang fajar