Percakapan Sore

21 May

“Assalamualaikum, ibu sedang sibuk apa?”

Demikian ia membuka percakapan sore tadi. Selanjutnya adalah hujan puisi. Ia mengirimi saya puisi-puisi yang indah. Hingga, “Ibu, ada puisi yang sesuatu banget deh.”

Saya mulai membaca puisi yang cukup panjang itu perlahan, menerka-nerka maksud yang “sesuatu banget” itu. Ah, anak muda sedang patah hati. Patah hati yang sulit.

Continue reading

Momi Nggak Sopan

21 May

Akhir-akhir ini Fatih senang banget ngomong pakai aku-kamu. Misalnya waktu dia mendadak pulang ke rumah ketika sedang main dengan Khadeejah alias Dije di rumahnya.

DSC_0396 - Copy

Fatih dan Dije

Continue reading

Jangan Marah

21 May

image

Sesaat yang cukup panjang sebelum tidur malam adalah waktu bagi saya dan Fatih untuk ngobrol ala orang dewasa.

Continue reading

Ke Bulan

4 May

Ketika sedang makan malam Fatih bertanya, “Momi, Fatih bisa nggak duduk di bulan?”

“Bisa dong, asal rajin belajar dan berdoa.”

“Nanti momi mau ikut Fatih nggak ke bulan?”

“Kenapa memangnya?”

“Karena di bulan Fatih mau peluk momi.”

⚡Presentation ‘WWI EMPIRES AND CAUSES OF THE FIRST WORLD WAR. Ottoman Turkish Empire The Ottoman Turkish Empire was the “middle” point between East and West and in the.’

29 Feb

WWI EMPIRES AND CAUSES OF THE FIRST WORLD WAR. Ottoman Turkish Empire The Ottoman Turkish Empire was the “middle” point between East and West and in the.

Source: ⚡Presentation ‘WWI EMPIRES AND CAUSES OF THE FIRST WORLD WAR. Ottoman Turkish Empire The Ottoman Turkish Empire was the “middle” point between East and West and in the.’

Pernik Rumah Tangga (3)

9 Oct

Saya dan Kak Atjeng sama-sama mahasiswa angkatan 2003. Bedanya, tahun 2008 saya sudah sarjana sementara Kak Aceng sampai 2012 masih istiqomah menjadi mahasiswa S-1 (berapa tahun, ayooo? :D). Pada 2009 kami menikah dan sejak itu pula saya berusaha mendorongnya untuk segera menyelesaikan kuliahnya supaya bisa melanjutkan ke strata selanjutnya. Tapi rupanya dorongan saya selalu mentah hingga akhirnya saya memutuskan untuk bersabar.

khankhalili_cafee__2

Continue reading

9 Oct

Ada kalanya sebagai kakak saya bersedih terlalu dalam. Bukan karena saya tidak bisa membimbing adik saya dalam menentukan langkah, melainkan saya tidak mampu. Saya tidak mampu sebab ketika saya melihat ke dalam diri saya, tidak ada keteladanan yang dapat ia temukan di sana.

Dua Kepintaran Terbaru dari Fatih

19 Sep

Sudah lima hari ini anak saya sakit. Sakitnya nggak macem-mecem, sih. Pertama, demam dua hari, kemudian dilanjutkan dengan batuk-batuk dan hidung meler sampai hari ini. “Itu artinya bakal makin pinter…” begitu orang-orang menghibur saya. Saya hanya tersenyum dan mengaminkan sambil bertanya-tanya, apa iya kudu sakit dulu baru makin pinter? lah kasian anak gue.

Dipanagara

                                Dipanagara

Continue reading

Mimpi yang Terlupakan

14 Sep

Entah bagaimana ceritanya, ketika SMP saya jadi keranjingan dengan aktivitas mendongeng. Saya membeli recorder dan kaset-kaset kosong hanya untuk merekam suara saya sendiri ketika sedang mendongeng. Adakah yang mendengarkan? tentu tidak😀 Lalu, saat saya mengelola kelas membaca di rumah, anak-anak tetangga pun menjadi korban yang harus memberikan telinga mereka pada saat saya mendongeng. Sejak itulah, saya bermimpi untuk menulis dongeng untuk anak-anak sekaligus membacakannya.

Continue reading

Kamar yang Tidak Diam

14 Sep

Ngoprek-ngoprek tulisan lama yang berujung pada nostalgia zaman ngekos.

Kamar yang Tidak Diam

 

Hujan memang sedang mencintai Depok, hingga sering kali enggan berpisah terlalu lama. Seperti juga malam ini, hujan membuatku memasuki kamar tidurku dengan basah. Memang, tidak kuyup, hingga aku masih juga betah diam di kamar dengan pakaian basah.

Kamarku bukan kamar yang diam. Pintu masuknya yang ada dua saja sudah cukup ribut. Diperlukan suara “srek..srek..srek..” yang cukup lama dan berulang-ulang untuk membukanya. Maklum, pintu geser. Musik pun menjadi hiburan yang cukup sering dipilih untuk menemani keberadaanku, entah itu ketika sedang diam, tidur, mengerjakan tugas, atau pun sekadar membaca. Namun, ada lagi sebuah suara yang akan melengkapi keramaian kamar; suara teman sekamarku. Suaranya memang tidak bisa digolongkan pelan, celakanya ia bahkan tidak tahu kalau ia mempunyai suara yang tidak pelan.

Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 31 other followers