0

Pulang

rainy-afternoon

sumber gambar: di sini

mari pulang,
jangan sesering itu menengok ke belakang
“nanti tersandung,” katamu
sedang di depan, jalan terang masih membentang

Continue reading

Advertisements
Image
2

Pemandangan di Balik Setiap Musim

Pemandangan di Balik Setiap Musim

Barangkali harapan adalah sintesis dari kemalangan dan kebahagiaan. Kita tidak akan pernah berharap kebahagiaan jika tak pernah dirundung malang. Dan, jika hidup selamanya bahagia, maka musim semi selamanya tidak akan istimewa; kita tidak akan pernah tahu rasanya menunggu-nunggu, berharap cemas agar air mengalir, benih membelah tanah, dan bunga merekah sempurna.

Harapan membuat kita memulai langkah pertama untuk menjemput langkah tak terhingga karena bahagia tersimpan di tempat yang tidak pasti.Bisa saja ia tersembunyi di balik batu, di sudut mata, di duri mawar, di naungan awan hitam, di hadapan senapan; kita takkan benar-benar tahu.

0

Warna Sabtu

Dulu, setiap kali pergi ke sekolah, sering sekali saya memandang kedua taman tersebut dari balik kaca bus 700 jurusan al-Hayy as-Sabi3–Syari3 Sudan. Namanya Hadiqah Gezira dan Hadiqah Hurriyyah yang terletak di pinggiran Sungai Nil. Hadiqah Gezira punya catatan tersendiri di hati saya; sebagai taman pertama yang saya sambangi bersama Kak Aceng ketika saya tiba di Mesir. Sebetulnya, Hadiqah Gezira tidak indah sama sekali; miskin tanaman, terlalu banyak kursi, dan keberadaan kafe yang pastinya banyak memproduksi asap hookah. Namun, sentuhan angin yang sepoi, sejuknya udara yang menyelinap di antara jemari, suara mesin perahu, dan gemericik air Nil, menjadi jamuan yang sulit ditolak di negeri panas ini.

Continue reading

Image
0

Pada Dada Sajadah

Pada Dada Sajadah

pada dada sajadah kuhatur segala sembah
wahai Kau yang Mahaindah
dan darimu mengalir segala keindahan:
munajat yang selalu sejenak ini kembali kupanjat

astaghfirullah
innalillah

cairkanlah segala yang beku dalam diriku
alirkanlah segala yang cair ke muara
dan jadikan muara itu adalah Kau

-sangkar jiwa, Okt 2013
photo credit goes to my husband ❤

0

Benteng Salahuddin: Potret Kejayaan Tiga Dinasti

Runtuhnya Dinasti Fathimiyah sekaligus menandai berakhirnya masa kebesaran Syi’ah di Mesir, Afrika Utara (Tunisia, Aljazair, dan Libia), dan Syam (Suriah, Lebanon, Palestina, dan Yordania).  Dinasti Fathimiyah ditumbangkan oleh Salahuddin al-Ayyubi, yang kemudian menjadi pendiri dan penguasa Dinasti Ayyubiyah. Salahuddin kemudian membangun pusat pemerintahan baru di Kairo, yaitu di ujung Bukit Muqattam. Tempat inilah yang pada akhirnya dikenal sebagai Qal’ah Salahuddin, Citadel of Salah al-Din, atau Benteng Salahuddin.
Continue reading