0

Fatih Sekolah! (2)

Februari 2017, Fatih mulai observasi. Hari pertama, air matanya mulai bercucuran sejak di depan pagar sekolah. “Momi, ayo pulang..” Padahal, sebelumnya semangat banget buat pergi.

After school date

Continue reading

Advertisements
Gallery
0

Kalau Pergi ke Taman Safari (1)

Ceritanya saya merasa berutang sama Fatih karena belum sempat mengajak Fatih jalan-jalan ke kebun binatang. Pernah sih, ke Giza Zoo ketika di Cairo. Tapi, sayang banget karena hewan-hewan di sana ternyata sangat terbatas. Paling banyak semut, kucing, dan gagak. Ada juga hewan yang berevolusi, yaitu elang yang berubah jadi ayam karena hanya bisa berjalan dan terbang rendah. Padahal, dari yang saya baca, dulunya kebun binatang ini cukup megah, loh!

Continue reading

Gallery
0

Sukabumi

Sukabumi adalah kampung ayah saya, tempat aki mendarmabaktikan hidupnya dalam perjuangan sebagai tentara, tempat nini menebar benih ikan di kolam; menyemai padi; menyabit rumput untuk kambing-kambingnya; juga bercerita tentang keberhasilannya menangkap musang yang menyelinap dan mencuri ayam-ayamnya. Ya, nini saya adalah seorang petani.

Di Sukabumi, aki membangun sebuah langgar di belakang rumah. Di sanalah tempat saya salat sembari mendengarkan gericik air pancuran yang mengalir dari mataair. Terkadang, sehabis salat, aki akan meminta saya mengaji. Setiap kali saya mengaji al-‘Adiyaat, aki akan meminta saya mengulangnya sampai tiga kali. Aki meninggal saat saya SD (antara kelas 5 atau 6). Aki, Allahu yarham, kembali kepada Allah selepas berucap selamat tinggal dalam Haji Wada’ di Makkah.

This slideshow requires JavaScript.

Continue reading

0

Baba’s Pray for His Precious One (2)

Anakku sayang Fatih Dipanagara,
lautan kehidupan ini sangat dalam. hendaklah engkau selalu memperbaharui perahu.
perjalanan kehidupan ini sangat panjang. Hendaklah engkau mencukupkan bekal sebaik-baiknya.
muara timbangan kehidupan kelak sangat berat. Hendaklah engkau memperingan beban bawaanmu.
dan dalam setiap detak jantung kehidupan kita, setiap hembus nafas kehidupan kita, ada Dia yang selalu melihat kita. Hendaklah engkau selalu tulus mengabdi kepada-Nya.

 

DSC_0187 - Copy

Continue reading

0

Warna Sabtu

Dulu, setiap kali pergi ke sekolah, sering sekali saya memandang kedua taman tersebut dari balik kaca bus 700 jurusan al-Hayy as-Sabi3–Syari3 Sudan. Namanya Hadiqah Gezira dan Hadiqah Hurriyyah yang terletak di pinggiran Sungai Nil. Hadiqah Gezira punya catatan tersendiri di hati saya; sebagai taman pertama yang saya sambangi bersama Kak Aceng ketika saya tiba di Mesir. Sebetulnya, Hadiqah Gezira tidak indah sama sekali; miskin tanaman, terlalu banyak kursi, dan keberadaan kafe yang pastinya banyak memproduksi asap hookah. Namun, sentuhan angin yang sepoi, sejuknya udara yang menyelinap di antara jemari, suara mesin perahu, dan gemericik air Nil, menjadi jamuan yang sulit ditolak di negeri panas ini.

Continue reading