0

Kau

Advertisements
0

Istanbul Selepas Gerimis

Istanbul Selepas Gerimis

rinduku yang senyap menyelinap di antara gerimis
berjatuhan melebur ke tanah basah
bergerak mengikuti jejak langkah para pejalan
yang menyusuri lokan dan jalan-jalan kota
juga bangunan dan gedung-gedung purba

rinduku yang senyap menguap di jendela-jendela tua
hinggap di atas atap dan pucuk-pucuk cerobong asap
memandangi sehamparan langit yang mendung
dan senja di ufuk barat tak lagi bersenandung

rinduku yang senyap menyelinap di sela-sela desau angin
yang mengembuskan hawa tiris, menyibakkan kabut tipis
membawanya terbang 
bersama sekawanan burung camar melayang

(A.  Ginanjar Sya’ban)  
Istanbul, 13 November 2014

0

Namamu

aku menyimpan namamu dalam sajak yang ketujuh

dalam larik paling sunyi perihal rindu

dalam bait permulaan

dalam bait penghabisan

yang menjelma lagu paling merdu dalam anganku

Aku menyimpan namamu pada  musim yang melaju 

pada langit saat biru saat kelabu

pada gerimis dan hujan paling giris

Gallery
0

Melankolia Malam

I

Sebelum kaudatang,

koyaklah awan

penghalang bulan

yang purnama sebagai wajah rekah perawan

memancar caya merindu dendam

 

II

Lepaslah bintang-bintang dari sangkar

Biar mencar memancar gemerlap sinar

Temani kembang malam yang setengah mekar

menunggumu hingga jelang fajar