10

emang Allah nggak capek?

seperti biasa, malam itu saya menemani Ayyub main magic ball 2 sambil menyuapinya. tiba-tiba…
ayyub: ceu, semut siapa sih yang nyiptain?
lulu: Allah lah, yub. emangnya kamu yang nyiptain siapa?
ayyub: Allah.., tapi kok laba-laba diciptain sama spiderman sih?
lulu: bukan diciptain. spiderman itu dapet ide dari laba-laba. nah, yang nyiptain laba-laba itu Allah juga.
ayyub: emang Allah nggak cape nyiptain banyak-banyak?
lulu: nggak dunks..Allah kan Mahakuat, Maha Perkasa, dan Mahakuasa.
ayyub: emang Allah ada di mana sih?
lulu: Allah? ada di arasy.
ayyub: emang arasy ada di mana?
lulu: pokoknye jauh deh yub–ngeles
ayyub: kalo jauh, kenapa ayyub harus berdoa kalau mau makan (masuk wc, keluar wc, dsb)? emangnya Allah bisa denger?
lulu: bisa..
ayyub: oh..Allah-nya turun dulu ya?
lulu: nggak, Allah kan Maha Mendengar. jadi, kalo kamu di sini baca doa, terus ce lulu juga baca doa, bunda di kamar baca doa, trus ayah di mekah juga baca doa, Allah bakalan ngedenger.
ayyub: kalau Allah bisa liat semut nggak? (semenjak ayyub saya tegur gara2 nepokin semut, doski emang jadi rada sengsitips ama semut)
lulu: bisa..
ayyub: Allah-nya turun dulu?
lulu: nggak..Allah juga bisa ngeliat semut yang lagi ada di dalem tanah dan Allah bisa ngeliat semua hal, karena Allah Maha Melihat.

besokannya..
pas saya lagi nyuapin ayyub makan pagi di teras rumah. sambil memandangi halaman en kebon.
lulu: yub, kalo rumput yang nyiptain siapa sih?
ayyub: Allah
lulu: kalo pohon sama ulet?
ayyub: Allah juga.
lulu: emangnya Allah nggak capek?
ayyub: ya nggak lah ceu lulu, Allah kan Mahakuat

ntar kapan-kapan sayah tes lagi deh tu anak^^

8

Iqbal’s thought about Mecca and hajj

ini tentang pemikiran Sir Muhammad Iqbal tentang hal yang sedang hangat: ka’bah dan haji. di sini saya akan menyarikan ulasan Annemarie schimmel dengan melakukan beberapa perubahan yang sesuai dengan pemikiran saya.

aneh, sederhana, dan warna-warni sejarah ka’bah:

akhirnya adalah Husain, awalnya adalah Ismail

ka’bah adalah lambang ketaatan dan pengorbanan ismail terhadap apa yang Allah firmankan melalui mimpi ibrahim. dan akhir kisah spiritual murni ka’bah adalah ketika husein masih berdiri di sana. namun, bagaimana pun, ka’bah adalah rumah Allah, dan Dia yang akan memeliharanya. ka’bah adalah kiblat umat Islam di seluruh dunia yang telah mempertemukan dan merekatkan umat Islam di seluruh dunia. itulah rahasia sejati ka’bah!

mengajarkan perpisahan dari rumahnya dan menghancurkan keterikatan pada tanah air;

ini adalah kesetiaan di mana semua merasa diri mereka menjadi satu

ia menggabungkan lembaran-lembaran dari buku agama

ka’bah meruntuhkan pemahaman nasionalisme sempit dan menggantinya dengan persaudaraan Islam. di sini, orang jerman, australia, indonesia, timor leste, somalia, amerika, maroko, dsb berubah menjadi ‘orang islam’. di sini, konstitusi masing-masing negara tidak berlaku: hanya ada hukum Allah.

pusat dari negara Islam adalah baitullah

di mana semua muslim menjadi saudara

dalam pandangan iqbal, ka’bah bisa dibandingkan dengan liga bangsa-bangsa yang akhirnya hanya menjadi gudang kebijakan politik barat. hal ini tentu sangat berbeda dengan ka’bah yang mewakili semua bangsa yang satu dan tidak terbagi-bagi dari semua anak cucu adam; adalah simbol dari kesatuan internasional, sekaligus kesatuan ilahiah. ka’bah telah “menjadi jawaban” sejak pagi-pagi sekali terhadap permasalahan nasionalisme sempit dan rasialisme yang menjadi pokok permasalah Barat.

usaha keras Islam sebagai sebuah agama telah digunakan untuk memecahkan masalah ini (ras) dan jika Asia modern berharap menghindari nasib eropa, tidak ada obat lain kecuali menerima prinsip-prinsip Islam dan berpikir bukan dalam kerangka ras, melainkan seluruh umat manusia.

menurut Nicholson, seperti yang dikutip schimmel, iqbal terinspirasi oleh pandangan mekah yang baru, sebuah negara utopia yang teokratis dan meliputi seluruh dunia, ketika semua muslim bisa menjadi satu. namun, saya, sebagai umat islam sama sekali tidak memandang hal tersebut utopis. sangat mungkin, sebab dahulu, umat Islam pernah mengalaminya.

dan, itulah idealisme iqbal. maka, iqbal tidak akan mengatakan bahwa musuh utama kehidupan dan kebudayaan Islam adalah segala yang berbau “barat”, tetapi nasionalisme kewilayahan yang tumbuh pesat setelah Perang Dunia (PD) I, membuat turki melawan khalifah dan negara islam terpecah-belah; masing-masing saling membanggakan kedigdayaannya dan berusaha untuk menghegemoni.

namun, keterpecahbelahan itu menyisakan kesatuan meski sesaat, yaitu ketika umat islam berkumpul di ka’bah untuk beribadah. bagi iqbal, ka’bah juga merupakan lambang yang berbicara bahwa keterikatan pada tanah kelahiran dan ketergantungan pada bangsa atau wilayah tertentu akan menghalangi manusia dari pendakian spiritual. dengan kata lain, dalam karya iqbal, ibadah haji ke makkah mempunyai aspek ganda: aspek lahir (politis), sekaligus aspek batin. oleh karena itu, makkah menjadi pusat Islam yang tepat, yaitu ketika pengalaman religius dan pengejawantahan politiknya tidak terpisahkan.

tappppppiiii,

ada tapinya nih, dan saya merasa bahwa ini sangat penting bagi kita untuk bisa berefleksi. iqbal merasa sangat sedih menyadari bahwa pemimpin islam pun berada dalam bahaya penerimaan ide nasionalisme dan ka’bah pun berada di bawah mantra-mantra ideologi eropa.

datanglah seruan: ini tidak kurang dari pagi kebangkitan–

bangsa cina telah memakai pakaian suci untuk berhaji,

tapi penduduk mekah masih tidur dalam biliknya.

9

adil sang muazin


diam-diam saya terharu melihat Adil begitu rajin mengarahkan pandangan ke arah jam dinding untuk memastikan bahwa waktu shalat sudah tiba. dengan demikian, ia bisa langsung melesat menuju mushala jami al-khair dan mengumandangkan azan. adil adalah muazin kebanggaan kami sejak ramadhan lalu. tepatnya lagi, sejak adil masih ber-“Allahu Ekber” ria sampai dengan sekarang, saat suara azannya jadi mirip sama yang di tipi (setelah semalaman dilatih oleh Ahmad).

salah satu pengikut setia adil di rumah adalah ayyub (ya iyalah..orang ahmad tinggal di asrama dan adam di pesantren..T_T). jadi, setiap kali waktu shalat tiba, adil menyuruh ayyub segera berwudhu, sambil mengatakan “cepetan yub, ntar kita Ekber (maksudnya azan)”. atau sebagai pengikut setia, kalau adil lupa menengok ke arah jam dinding, dan ayyub sudah mendengar azan dari masjid ummul quro atau mushala yang lain, maka ayyub akan mengatakan “dil, udah azan, ayo kita Ekber”. yah, jadilah dua anak ini sebagai pelanggan tetap mushala jami al-khair setiap kali tiba waktu shalat.

kalau hujan, adil akan tetap berjalan ke mushala dengan payung merah besar bertuliskan “tahu yunyi” sambil mengangkat sarungnya sampai dengkul. setelah itu, adil akan menutup pintu dengan terburu-buru, sebab menghindari ayyub yang sudah siap mengikutinya dari belakang. begitulah kelakukan pengikut setia. “adil ih, ayyubnya diajak dong.” adil buru-buru pergi sambil mengatakan “jangan ah, ujan nih. adil mau lari, ntar kamunya basah.” maka ayyub pun hanya bisa diam di rumah sambil menunggu azan dari mulut si muazin. dan, seperti biasa, ayyub berkomentar “tuh, adil udah Ekber.”

mengenai kami, manusia-manusia penjaga rumah (maksute wanita), akan mendengar azannya adil dan berkomentar. tapi tentu saja, komentar ini akan disampaikan pada adil sebagai kritik yang membangun. berikut beberapa kritik yang selama ini sudah terlontar untuk adil falah abdurrahim:
1. dil, perasaan tadi kamu masih ngomong “Allahu Ekber” deh
2. ntar pas “hayya ‘ala shalah” dan “hayya ‘ala al-falah” yang keduanya dipanjangin
3. kamu gaya azannya jangan dimodifikasi terus dong, dil. segera dipatenkan.
4. ciee yang azan, bagus neh suaranya..
5. dsb.
tapi yang paling perhatian adalah ahmad. ahmad yang melatih adil untuk azan dengan benar. setidaknya dalam menyebut “Allahu Akbar” (setelah sebelumnya menyebut “Allahu Ekber”). ahmad juga yang mengajarkan cengkok en vibrasinya. sah..gaya bener kan tu anak.

hohohoho. adil, semoga bisa terus jadi muazin dan jadi kakak yang bisa memberikan inspirasi kebaikan buat ayyub. amiin.

*keterangan foto: adil (baju oranye), bunda, ayyub, adam, ahmad