0

Dua Kepintaran Terbaru dari Fatih

Sudah lima hari ini anak saya sakit. Sakitnya nggak macem-mecem, sih. Pertama, demam dua hari, kemudian dilanjutkan dengan batuk-batuk dan hidung meler sampai hari ini. “Itu artinya bakal makin pinter…” begitu orang-orang menghibur saya. Saya hanya tersenyum dan mengaminkan sambil bertanya-tanya, apa iya kudu sakit dulu baru makin pinter? lah kasian anak gue.

Dipanagara

Dipanagara

Continue reading

4

Mimpi yang Terlupakan

Entah bagaimana ceritanya, ketika SMP saya jadi keranjingan dengan aktivitas mendongeng. Saya membeli recorder dan kaset-kaset kosong hanya untuk merekam suara saya sendiri ketika sedang mendongeng. Adakah yang mendengarkan? tentu tidak 😀 Lalu, saat saya mengelola kelas membaca di rumah, anak-anak tetangga pun menjadi korban yang harus memberikan telinga mereka pada saat saya mendongeng. Sejak itulah, saya bermimpi untuk menulis dongeng untuk anak-anak sekaligus membacakannya.

Continue reading

2

Kamar yang Tidak Diam

Ngoprek-ngoprek tulisan lama yang berujung pada nostalgia zaman ngekos.

Kamar yang Tidak Diam

 

Hujan memang sedang mencintai Depok, hingga sering kali enggan berpisah terlalu lama. Seperti juga malam ini, hujan membuatku memasuki kamar tidurku dengan basah. Memang, tidak kuyup, hingga aku masih juga betah diam di kamar dengan pakaian basah.

Kamarku bukan kamar yang diam. Pintu masuknya yang ada dua saja sudah cukup ribut. Diperlukan suara “srek..srek..srek..” yang cukup lama dan berulang-ulang untuk membukanya. Maklum, pintu geser. Musik pun menjadi hiburan yang cukup sering dipilih untuk menemani keberadaanku, entah itu ketika sedang diam, tidur, mengerjakan tugas, atau pun sekadar membaca. Namun, ada lagi sebuah suara yang akan melengkapi keramaian kamar; suara teman sekamarku. Suaranya memang tidak bisa digolongkan pelan, celakanya ia bahkan tidak tahu kalau ia mempunyai suara yang tidak pelan.

Continue reading