0

Elegi yang tak pernah selesai disenandungkan

IMG_8542

kafiyeh,
batu,
dan elegi yang tak pernah selesai disenandungkan,

tak pernah menyalahkan kemanusiaan kita yang kian surut,

tak pernah bertanya tentang perlu seberapa banyak lagi darah yang tercecer agar mata kita tak lagi buta,

tak pernah bertanya perlu sekencang apa raungan bocah-bocah yang menjadi yatim agar telinga kita tak lagi tuli,

tak pernah bertanya tentang perlu seporanda apa tanah mereka agar mulut kita tak lagi bisu.

langit akan kembali memerah saga; entah oleh siapa:

oleh bayang api yang melumat kota,
oleh darah para syuhada,
oleh tangan-tangan durjana,
atau oleh jiwa kita—yang terbutakan dunia fana.

***
Ya Allah maafkan kami jika membantu saudara kami sebatas doa pun kami masih lalai.

Allahummansurhum. Allahummansurhum. Allahummansurhum.

LMS, 3 Juli 2014

Advertisements