Gallery
0

Puisi Musim Hujan

Hujan turun membawa rindu
dibisikinya rumput satu persatu
tentang sisa-sisa mimpi tadi malam
yang entah mengapa hanya mengisahkan satu nama:

Kau.

Continue reading

Advertisements
0

Istanbul Selepas Gerimis

Istanbul Selepas Gerimis

rinduku yang senyap menyelinap di antara gerimis
berjatuhan melebur ke tanah basah
bergerak mengikuti jejak langkah para pejalan
yang menyusuri lokan dan jalan-jalan kota
juga bangunan dan gedung-gedung purba

rinduku yang senyap menguap di jendela-jendela tua
hinggap di atas atap dan pucuk-pucuk cerobong asap
memandangi sehamparan langit yang mendung
dan senja di ufuk barat tak lagi bersenandung

rinduku yang senyap menyelinap di sela-sela desau angin
yang mengembuskan hawa tiris, menyibakkan kabut tipis
membawanya terbang 
bersama sekawanan burung camar melayang

(A.  Ginanjar Sya’ban)  
Istanbul, 13 November 2014

Gallery
2

Puisi Musim Gugur

Saya menandai saat-saat saya jatuh cinta lagi. Di antaranya adalah saat saya melihatnya memotret, memasak, membaca, dan menulis. Empat hal yang selalu membawa saya ke masa lalu; saat cinta baru saja bertunas. Lalu, tumbuhlah batang, daun, dan bunga pertama; yang kauingat warna dan baunya dan bagaimana setiap pagi kau segera membuka pintu untuk melihatnya bertumbuh lagi. Lalu kauribut membicarakan betapa indahnya bunga itu.

DSC_0069

Bosphorus breeze, seagulls and you

Continue reading