Gallery
0

2017: Sepanjang Jalan (2)

2017 buat saya adalah tahun yang sangat serius. Satu tahun yang mengombang-ambingkan diri saya di lautan bernama pikiran. Kadang terhempas, terbawa arus, terjebak di pusaran, terdampar di pulau antah berantah, hingga akhirnya, saya pun kembali menemukan dermaga tempat berlabuh.

0

Continue reading

Advertisements
Gallery
0

2017: Sepanjang Jalan

Saya selalu percaya bahwa pengalaman akan didapat oleh mereka yang melakukan perjalanan. Dan yang saya maksud dengan pengalaman adalah himpunan pencapaian; terkait rasa, tanda, makna, cinta, syukur, dan tentu saja; hikmah. Sebab, sebagaimana Rasulullah (‘alaihi shalatu wassalam) katakan, hikmah adalah harta seorang muslim yang hilang, dimana pun ia menemukannya, maka ambillah.

Continue reading

Gallery
2

Puisi Musim Gugur

Saya menandai saat-saat saya jatuh cinta lagi. Di antaranya adalah saat saya melihatnya memotret, memasak, membaca, dan menulis. Empat hal yang selalu membawa saya ke masa lalu; saat cinta baru saja bertunas. Lalu, tumbuhlah batang, daun, dan bunga pertama; yang kauingat warna dan baunya dan bagaimana setiap pagi kau segera membuka pintu untuk melihatnya bertumbuh lagi. Lalu kauribut membicarakan betapa indahnya bunga itu.

DSC_0069

Bosphorus breeze, seagulls and you

Continue reading

Gallery
0

Kalau Pergi ke Taman Safari (1)

Ceritanya saya merasa berutang sama Fatih karena belum sempat mengajak Fatih jalan-jalan ke kebun binatang. Pernah sih, ke Giza Zoo ketika di Cairo. Tapi, sayang banget karena hewan-hewan di sana ternyata sangat terbatas. Paling banyak semut, kucing, dan gagak. Ada juga hewan yang berevolusi, yaitu elang yang berubah jadi ayam karena hanya bisa berjalan dan terbang rendah. Padahal, dari yang saya baca, dulunya kebun binatang ini cukup megah, loh!

Continue reading

Gallery
0

Sukabumi

Sukabumi adalah kampung ayah saya, tempat aki mendarmabaktikan hidupnya dalam perjuangan sebagai tentara, tempat nini menebar benih ikan di kolam; menyemai padi; menyabit rumput untuk kambing-kambingnya; juga bercerita tentang keberhasilannya menangkap musang yang menyelinap dan mencuri ayam-ayamnya. Ya, nini saya adalah seorang petani.

Di Sukabumi, aki membangun sebuah langgar di belakang rumah. Di sanalah tempat saya salat sembari mendengarkan gericik air pancuran yang mengalir dari mataair. Terkadang, sehabis salat, aki akan meminta saya mengaji. Setiap kali saya mengaji al-‘Adiyaat, aki akan meminta saya mengulangnya sampai tiga kali. Aki meninggal saat saya SD (antara kelas 5 atau 6). Aki, Allahu yarham, kembali kepada Allah selepas berucap selamat tinggal dalam Haji Wada’ di Makkah.

This slideshow requires JavaScript.

Continue reading

Gallery
0

Melankolia Malam

I

Sebelum kaudatang,

koyaklah awan

penghalang bulan

yang purnama sebagai wajah rekah perawan

memancar caya merindu dendam

 

II

Lepaslah bintang-bintang dari sangkar

Biar mencar memancar gemerlap sinar

Temani kembang malam yang setengah mekar

menunggumu hingga jelang fajar