0

Lelaki Itu (Episode Masa Kecil)

Lelaki itu menyimpan ketegasan, kewaspadaan, dan keteguhan di balik sorot matanya. Lelaki itu, bahkan, seringkali saya temukan tengah mengontrol tatapannya agar tak terlalu tajam. Saya tidak tahu, tapi pasti kehidupannyalah yang membentuknya seperti itu. Ketika sedang berdekatan dengannya, tak jarang saya merasakan pancaran aura super-saiya yang membuat saya menjadi sedikit kaku.

Lelaki itu, lelaki paling teratur sedunia. Ia punya presisi yang begitu akurat. Segalanya harus tertata dan terorganisasi. Jika ada satu hal yang bergeser dari standarnya, sorot matanya akan berubah. Bagi saya, seringkali ucapannya terdengar seperti “sabda”. Untuk mengabaikannya saya begitu takut, dan sebab itulah saya banyak mengingatnya.

Lelaki itu juga punya segunung kasih sayang dalam hatinya. Maka, meski dalam ketegasan, meski dalam kewaspadaan, meski dalam keteguhan, tak ada hal lain yang saya rasakan kecuali kasih sayang.

Continue reading

0

Ceracau Malam

2

Gambar dari si ehem 😀

Cinta takkan pernah salah alamat. Kemana pun angin berembus dan air mengalir, ia akan menemukan muaranya. Maka, tenang sajalah. Serahkan segalanya kepada Sang Pemilik Cinta. Cinta tak mengenal gegas atau keterlambatan, ia akan tiba tepat pada waktunya. Maka, bersabarlah. Mengapa kita harus disibukkan dengan hal-hal semu yang belum pasti kita raih, sementara hal yang Nyata kita tinggalkan begitu saja? Pejamkanlah mata sejenak; bukankah Ia yang Nyata, begitu setia? Ia membiarkan kita menikmati kenyamanan di dunia, sementara kita perlahan-lahan mencurangi dan mengkhianati-Nya.

0

Mimpi

“Ibu, ibu suka jus apel?” tanya salah seorang murid saya.

“Nggak terlalu. Kenapa?”

“Kalau ibu tidur, ibu seringkali mimpi atau tidak?”

“Ibu tidak terlalu sering bermimpi dan kurang suka kalau bermimpi ketika tidur.”

“Saya juga seperti ibu, tidak sering bermimpi ketika tidur. Tapi, saya pernah baca kalau jus apel bisa berguna untuk menciptakan mimpi-mimpi yang bagus.”

“Oh ya? kamu pernah coba?” kini giliran saya balik bertanya.

“Ya, Bu. Saya suka penasaran. Akhirnya saya coba, sebelum tidur saya minum sekitar hampir satu liter jus apel. Ternyata betul, Bu. Mimpi saya bagus dan tersusun baik.”

Saya senang sekali mendengar siswa ini berbicara. Setiap kali berbicara ia selalu berusaha menggunakan kata yang baik dan sopan. Saya tak terlalu ingat apa yang menyebabkan ia bertanya kepada saya tentang mimpi, yang jelas pertanyaannya melemparkan memori saya pada sebuah mimpi yang seumur hidup tak akan pernah saya lupakan.

***

Continue reading

Video
0

Esok hari

Apa yang terlintas tentang esok hari? Ada yang menganggap bahwa esok adalah sesuatu yang semu sebab kita takkan pernah tahu apakah akan dapat menjumpainya. Ada pula yang menganggap bahwa esok adalah harapan akan kehidupan yang lebih baik, hari untuk menuai apa yang telah kita tanam, waktu untuk menjawab mimpi-mimpi kita yang belum terwujud pada hari ini.

Yang jelas, esok pasti akan datang dengan atau tanpa kita; membawa cerita tentang dua sisi mata uang yang tetap harus kita syukuri. Ada yang akan bahagia ada yang akan kecewa, ada yang akan menang ada yang akan kalah. Namun, satu hal yang pasti, cerita yang berhikmah adalah cerita tentang mereka yang tak menyerah dengan keterbatasan dirinya pada hari ini.

0

Kemudian November 2

Gerimis panjang pada medio November ini menandai masuknya musim dingin di Cairo, yang diam-diam turut menyelinap di hati saya sehingga sedikit banyak mempengaruhi kata dan tindak saya hingga menjadi tak sehangat biasa. Pada kondisi demikian, biasanya saya bicara, bercerita panjang lebar kepada Kak Aceng, mengurai benang kusut yang berjalin-kelindan di pikiran saya. Seperti biasa pula, ia mendengarkan, menceritakan kisah berhikmah, kemudian membiarkan saya sibuk berpikir, berefleksi, dan berhitung tentang langkah-langkah saya yang salah. Kisah tentang Nabi Ayyub ini, sedikit demi sedikit mengusir gigil batin yang saya derita dan mengembalikan musim semi di hati saya. Continue reading