Gallery

Kalau Pergi ke Taman Safari (1)

Ceritanya saya merasa berutang sama Fatih karena belum sempat mengajak Fatih jalan-jalan ke kebun binatang. Pernah sih, ke Giza Zoo ketika di Cairo. Tapi, sayang banget karena hewan-hewan di sana ternyata sangat terbatas. Paling banyak semut, kucing, dan gagak. Ada juga hewan yang berevolusi, yaitu elang yang berubah jadi ayam karena hanya bisa berjalan dan terbang rendah. Padahal, dari yang saya baca, dulunya kebun binatang ini cukup megah, loh!

Akhirnya, bermula dari obrolan ringan-galau dengan Kak Aceng, kami pun memutuskan untuk ke Taman Safari Indonesia (TSI) pada Kamis, 28 Juli 2016. Berhubung berangkatnya setelah zuhur, otomatis pikiran saya dipenuhi rencana untuk ikutan program Safari Night, di samping juga siap-siap bermalam di TSI.

Perjalanan dari rumah menuju TSI nggak terlalu lama (lah sama-sama Bogor), sekitar 1,5 jam. Sampai di sana, kami ke front office TSI dulu untuk menyewa penginapan. Kami memilih untuk menginap di Caravan alias hotel-mobil. Biaya menginap di Caravan TSI nggak terlalu mahal, yaitu Rp800.000,00 yang di dalamnya sudah termasuk:

  • potongan tiket masuk TSI seharga Rp50.000,00 per orang (harga aslinya Rp150.000,00, dipotong jadi Rp100.000,00)
  • semua minuman yang ada di kulkas
  • sarapan
  • kolam renang
  • bisa untuk 4 orang (1 kasur king size, 1 bunk bed dua tingkat
  • air hangat

cats

Nah, kalau bermalam di sini, kita bisa masuk TSI dua kali, jadi lebih maksimal. Misal, hari pertama khusus ke tempat hewan, dan hari kedua khusus ke wahana permainan dan pertunjukan. Jangan pakai gelangnya di hari pertama, ya! karena, kalau gelangnya dipakai, jadi nggak bisa masuk wahana permainan pada hari kedua.

Dan ternyata, safari night-nya cuma diadakan hari Sabtu alias malam Minggu. Kebayang kan, puncak padatnya kayak apa kalau akhir pekan? Maka, pupus sudah keinginan untuk mencoba safari night. Padahal, saya dan Adam pengen banget ikutan.

Berhubung ketika tiba sudah pukul 15.00, maka kami pun segera meluncur ke tempat hewan (TSI tutup pukul 17.00). Di sini yang paling heboh ya bapak dan anak, alias Kak Aceng dan Fatih. Fatih sibuk bertanya tentang dinosaurus, padahal dia sendiri sudah tau kalau dinosaurus pasti nggak ada -_-

Hewan pertama yang menyambut adalah flamingo, dilanjutkan gajah. Di sini Fatih pertama kali melihat kotoran gajah dan dia amazed banget (kebetulan malamnya Fatih memang baru dibacakan buku tentang rahasia gajah dan salah satu poinnya adalah kotoran gajah). Setelah itu hewan-hewan herbivor lainnya, macam zebra, llama, unta, dan sebagainya. Di kawasan ini, kita boleh membuka jendela.

Memasuki kawasan karnivor besar semacam beruang, harimau, singa, dan sejenisnya, kaca mobil harus ditutup untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Fatih mendadak pias dan memeluk saya, “Momi, jangan takut, yaa.. kan ada Fatih.” Bah! Padahal dia sendiri yang masih grogi lihat singa😀

This slideshow requires JavaScript.

Kira-kira setelah membelah TSI selama 1,5 jam, kami pun kembali ke caravan untuk beristirahat. Soalnya nih, Adam ngomporin buat coba makan di Cimory Mountain View yang memang lokasinya nggak terlalu jauh dari TSI.

Setelah sampai di Cimory, hmmmm… begimana inih, kok rasanya jauh di luar ekspektasi yaaa hmmm… meskipun pemandangannya mah lumayan. ya lumayan aja gitu ya.. tapi harga makanannya hmmm… ya begitu dah. hahaha.. intinya, harga dengan rasa kurang sebanding. Intinya, masih mending ke restoran padang aja: harga jelas, rasa jelas.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s