Gallery

Jakarta

Jakarta I

kulihat orang menanam mimpi

lalu menutupinya dengan pupur tebal

juga gincu yang terlalu merah

“Tak lama lagi mimpiku ranum, dan aku akan memetiknya,”

demikian.

 

Jakarta II

mendadak hidup dalam buaianmu,

aku merasa sesak

ternyata buaian ibukota berbeda dengan buaian ibuku

 

Jakarta III

di sini tirai tak pernah diturunkan

maka drama selalu berputar 24 jam

aku lupa tentang kapan:

kapan aku berjalan

kapan aku tiduran

juga kapan aku mengingat Tuhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s