Saatnya Akan Tiba

Sejak menjadi ibu di rantau orang, gugel menjelma sahabat bagi saya. Setiap pertanyaan terkait anak, selalu saya tanyakan padanya.

“DIY Home Remedies for Fever”

“What to do when your child is suddenly cranky?”

“How to deal with your toddler?”

“Bagaimana cara menghadapi gerakan tutup mulut anak?”

“Kapan waktu yang tepat mengajarkan anak untuk membaca?”

Itulah sedikit contoh pertanyaan yang saya ajukan kepada gugel. Dan dengan luwesnya ia menyodorkan ribuan jawaban yang harus saya pilah-pilih demi mendapat jawaban terbaik. Terima kasih gugel…

luxor

Hingga pada suatu hari, saya pun bertanya kepada gugel mengenai cara mengenalkan pendidikan seksual kepada anak. Ternyata, pendidikan itu harus dikenalkan sedini mungkin, dimulai dari kesadaran dia terhadap tubuhnya sendiri. Maka, sejak Fatih berusia dua tahun saya mulai menanamkan konsep tentang aurat.

Hal pertama yang saya tanamkan bahwa aurat terbesar yang dia miliki adalah kemaluannya. Sehingga, orang yang berhak melihatnya hanya tiga: orangtua, dokter, dan guru. Kedua, jika bepergian, lelaki sebaiknya memakai celana di bawah lutut sebab kalau di atas lutut namanya sempak alias celana jero yang artinya harus ditutupi celana lain.

****

Pada suatu hari Fatih tiba-tiba bertanya kepada saya, “Momi, kenapa kemaluan Fatih bisa bengkak? Fatih digigit lebah ya?”

“Nggak kok, laki-laki semuanya seperti itu kalau lagi mau pipis. Coba, Fatih pipis dulu deh pasti nanti bengkaknya jadi kempes,” jawab saya sekenanya (bingung mau jawab apa).

Pertanyaan ini semakin lama semakin berkembang, seperti “Momi, kenapa waktu dulu Fatih tinggalnya sama Allah dan sekarang bisa sama Momi? Fatih keluar dari mana?”

Berhubung saya melahirkan secara caesar, akhirnya saya hanya memperlihatkan tanda jasa alias bekas jahitan memanjang di perut saya. Tentu saja dilanjutkan dengan cerita seputar persalinan dan diakhiri kalimat pamungkas, “Karena itu, Fatih harus sayang momi, nggak boleh marah-marah apalagi melawan. Okeee?”

Seminggu terakhir ini, ada pertanyaan yang sering sekali dia tanyakan, “Kenapa sih di bawah kemaluan Fatih ada bola-bola?”

“Bola-bola apaan?”Ah, untunglah ibunya polos.

“Ini loh, Momi, yang kaya kelereng. Momi punya nggak?”

Hadehh.. bulu idung guweh terbakar. Gimana jawabnya coba. Ya sudah, demi kemaslahatan bersama, saya menjawab bahwa bola-bola itu hanya dimiliki laki-laki. Dan kalau mau tau apa fungsinya, maka tanyakanlah kepada baba.

Entah kenapa, saya nggak kepikirian untuk bertanya kepada gugel. Pertanyaan Fatih kali itu benar-benar bikin terjengil biji mata.

Dan benar. Tiba-tiba, saat saya baru saja tiba dari sekolah, Fatih membisikkan sesuatu yang sangat penting, “Momi, Fatih sudah tau bola-bola itu untuk apa. Kata baba itu buat nyimpan pipis.” -_________-”

****

Anak-anak memang galibnya adalah seorang penanya; seseorang yang penasaran; seseorang yang penuh rasa ingin tahu. Maka, jangan pernah mematikan keinginannya untuk bertanya dengan berkata, “Sudah jangan tanya-tanya!” Anak berhak tahu berbagai hal, terlebih lagi tentang sesuatu yang terkait dengan dirinya sendiri.

Dan semoga saya, sebagai ibu, bisa bijaksana dalam menjawab berbagai pertanyaannya, yang tentunya akan semakin berkembang dari waktu ke waktu. Gugel tak akan selalu bisa menjawab, maka saya harus banyak belajar dari mana-mana.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s