Dua Kepintaran Terbaru dari Fatih

Sudah lima hari ini anak saya sakit. Sakitnya nggak macem-mecem, sih. Pertama, demam dua hari, kemudian dilanjutkan dengan batuk-batuk dan hidung meler sampai hari ini. “Itu artinya bakal makin pinter…” begitu orang-orang menghibur saya. Saya hanya tersenyum dan mengaminkan sambil bertanya-tanya, apa iya kudu sakit dulu baru makin pinter? lah kasian anak gue.

Dipanagara

Dipanagara

Sebagai orang yang sulit untuk move on dari teman-teman sekolah, saya punya satu tempat curhat yang bisa andalkan. Isinya ibu-ibu dengan ragam kebisaan. Makanya, segala hal bisa dibicarakan di sana; dari soal jerawat sampai urusan umat. Akhir-akhir ini, saya lebih sering jadi pembaca pasif. Biasanya, obrolan dalam grup itu melewati angka 1200 notification dalam sehari dan saya baru akan membaca setelah pulang sekolah. Satu hal yang dipastikan adalah tatapan malas dari Fatih dan babanya karena melihat saya terbahak-bahak macam orang kurang waras.

Ada satu pembahasan beberapa bulan lalu yang saya ingat: soal upil. Beberapa penghuni grup saling bebagi tentang kisah anaknya yang sedang belajar ngupil sampai akhirnya berhasil menjadi sarjana perupilan alias jadi ahli gali lubang. Kisah itu diawali dengan sebuah pertanyaan, “Anak gue tiap mau ngupil minta tolong mulu nih sama gue. Gimana ya caranya supaya bisa ngupil sendiri?” Maka, berbagai jawaban pun muncul

“Ya nggak apa-apa kali namanya juga bocah. Ntar kalau udah gede otomatis bisa sendiri.”

“Tiap anak lo mau ngupil, lo masukin tangan dia ke hidungnya, terus upilnya diambil pake tangannya.”

“Nikmatin aja mumpung anak lo masih mau upilnya diurusin sama emaknya. Lah anak gue? Kemarin kan gue liat di hidungnya ada upil gede. Ya udah, gua ambil kan secara jijay. Eh, dia ngamuk. nangis-nangis minta gue balikin upilnya ke hidungnya lagi. Katanya, dia sudah bisa bersihkan upil sendiri. Ya udah, upilnya gua balikin dan akhirya dia ngeluarin upilnya lagi. sendiri.”

hahaha… rumit ya ternyata urusan upil.

Pembahasan soal upil ternyata nggak berhenti sampai di sana. Tiba-tiba ada lagi pertanyaan lanjutan yang nggak kalah pentingnya.

“Kalau anak lo udah bisa ngupil, lo ajarin nggak gimana cara buang upilnya?”

Tanggapan kawan-kawan sesama mamah muda tentu bermacam-macam. Ada yang bilang pernah menangkap basah anaknya yang lagi sibuk meperin upil di baju, di bawah tempat tidur, sampai di muka emaknya juga pernah. Ada juga yang ngajarin anaknya untuk mengelap upil dan tangannya dengan tisu dan dibuang ke tempat sampah. Hingga akhirnya… “Kenapa sih kita nggak ngajarin aja anak kita buat nyentil upilnya dan membiakan upil menentukan nasibnya sendiri?” semua pun bermufakat.

*****

Nah, terus, apa sih hubungan Fatih sakit dengan dunia perupilan? Ada! Sakit flu yang diderita Fatih meniscayakan gumpalan upil menjadi penghuni tetap hidungnya selama tiga hari terakhir ini. Biasanya, saya membersihkan ingus dan upilnya dengan menggunakan kain (saya jarang menggunakan tisu buat Fatih karena kalau keseringan pake tisu, hidung doski bisa iritasi). Sampai suatu ketika, saya memanggil Fatih.

“Fatih, sini. Upilnya diambil dulu.”

“Momi kasih tau aja deh upilnya di sebelah mana.”

“Itu di hidung kanan”

Fatih pun mulai sibuk mengorek-ngorek hidungnya. dia senyum-senyum menatap saya sambil memamerkan telunjuknya yang berhiaskan ingus kering. “Ini mau ditaro di mana momi?”

“Taro di baju kamu ajalah….” ujar saya enteng.

“Momi jorok ih. Mana lap ingus Fatih?”

Begitulah, akhirnya kini Fatih bisa ngupil sendiri.

****

Selain itu, sekarang Fatih juga sudah bisa ngomong r tapi cuma jika hurufnya ada di tengah kata, seperti jeruk, burung, prajurit, tentara. Sementara untuk huruf di depan dan di belakang kata masih harus banyak belatih lagi. Selamat, ya, Fatih, segera sembuh sempurna dan kembali lagi ke sekolah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s