Cerita untuk Fatih

Iseng-iseng berhadiah. Mungkin itu ungkapan yang tepat saat saya sedang mengorek-orek catatan-catatan lama di laptop. salah satu yang saya temukan adalah sebuah file dengan judul “Cerita Melahirkan” yang ditulis lebih dari dua tahun lalu. Sayangnya, cerita ini belum selesai jadi saya pun penasaran bagaimana akhir dari ceritanya (loh?). 

????????????????????????????????????

Matrouh

Dear Fatih,

Kemarin mama nggak sengaja lihat video tentang operasi Caesar. Setelah itu ingatan mama melayang ke masa-masa kelahiran kamu. Hari itu 7 Juni pukul 00.00 saat mama harus masuk ke ruang operasi. Sendirian, Fatih. Dan mama merasa gagah sebab mama yang lebih sering menghapus raut kekhawatiran di wajah babamu dan memintanya berdoa banyak-banyak di balik pintu ruang operasi.

Ada tujuh orang manusia berkostum hijau muda dari atas sampai bawah. Wajahnya seperti apa mama tidak tahu. Merekalah yang membantu kamu keluar dari rahim mama. Seorang dokter duduk di samping mama dan mengajak mama berbicara, “How do you feel?” tanyanya. “I feel good. So excited.” Kemudian mama berdzikir untuk kelancaran proses ini. Mama tidak merasa sakit saat dioperasi karena mama dibius. Tapi mama terperangkap rasa mual dan pusing yang sangat luar biasa. Berkali-kali mama katakan kepada dokter pendamping, “I wanna vomit.”

Namun, tak lama mama mendengar suara bayi menangis. Itu suaramu, Nak. “Is that my baby?” tanya mama. “Yes. Congratulation.” Setelah itu airmata mama mulai mengalir. Barangkali tangisan pertamamu adalah suara paling indah yang pernah mama dengar. Orang-orang di dalam ruangan operasi bertakbir dan mendoakanmu. Mama bersyukur, selama proses kehamilan sampai kelahiranmu, kita ditangani oleh dokter yang amat salihah: Dokter ‘Azzah.

*****

Dear Fatih,

Setelah operasi, baba memeluk mama erat sekali dan mengantar mama ke kamar istirahat. Mama bertanya tentangmu, lalu baba membawamu ke pelukan mama. Tapi, tangan mama gemetar tak sanggup memelukmu lama-lama. Akhirnya, kamu dipeluk kembali oleh Tante Isma. Diayun hingga terlelap.

Fatih, babamu adalah lelaki berhati hangat. Ia selalu begitu sejak awal mama mengenalnya dan tak pernah berubah. Semalaman mama merasa sangat dingin sampai berlapis-lapis selimut tak bisa mengusir gigil dan gemetar mama. Sementara, babamu terus memeluk dan memijat-mijat kepala mama agar mama merasa nyaman. Hingga setelah sekian lama, mama pun tertidur.

The Valley of The King, Luxor

The Valley of The King, Luxor

Pagi harinya, seorang suster mendatangi baba, memintanya untuk mengajak mama belajar berjalan. Katanya, tapakan kaki yang pertama akan terasa sangat sakit, jadi baba harus merangkul mama. Satu langkah, dua langkah, sakit sekali, Fatih. Rasanya belajar berjalan menjadi lebih sulit dibandingkan belajar aljabar.

Mama harus terus berjalan hingga mama kentut. Iya, Fatih, kentut. Suara kentut menjadi bel kelulusan mama dalam berjalan mengelilingi bangsal rumah sakit. Itu juga berarti mama boleh mulai minum dan makan. Hari itu, Fatih, mama menyadari satu hal: bahkan suara dan bau kentut bisa menjadi begitu berharga.

Setelah itu mama harus mandi. Seorang suster mendatangi mama, menawarkan bantuan. Tapi, nasihat seorang sahabat mama membuat mama menolak tawarannya.

“Lu, tau nggak sih, waktu gue dipindah dari tempat tidur ruang operasi ke kamar, itu abla-abla udah ngegotong gue kaya mau mindahin daging sapi gelonggongan. Terus, pas gue dimandiin, udah kaya tukang cuci motor lagi nyemprotin motor yang paling dekil. Gue saranin dah, lo mending mandi sendiri ntar di rumah sakit.”

****

(Sayang sekali, Nak. Tulisan mama terhenti di sini. Lain waktu mungkin akan mama selesaikan. Mungkin.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s