Cinta dalam Sepiring Nasi Goreng

Sudah hampir sepekan ini saya kurang sehat. Kombinasi migraine, flu, radang, batuk, dan muntah-muntah, bikin saya agak kewalahan untuk menghadapi hari-hari. Di antara semua hal itu, muntah-muntah adalah bagian yang paling kurang saya sukai. Soalnya, kalau sudah muntah bakalan sampai titik darah penghabisan alias nggak bakalan ada lagi isi perut yang bisa dimuntahin.

Kemarin malam, saya muntah lagi. “Yassalaaaam, ibu mau punya dedek baru?” tanya salah seorang siswa saya lewat whatsapp. “Kagak lah, Jeng. Ini ibu kalau lagi radang emang biasanya muntah-muntah juga.” Tapi saya jadi kepikiran, jangan-jangan gue hamidun? Ya kagak lah… nggak mungkin… dalam pemikiran saya, ini bukan waktu yang tepat karena saya masih perlu memperbaiki diri di sana sini sebelum memutuskan untuk menambah anak.

20150503_224919

Saya lagi meringkuk ala kuda nil terdampar ketika Kak Aceng baru pulang dari Nasr City. “Cinta, kenapa?”

“Saya lemes banget, tadi muntah-muntah.”

“Wah, belum makan lagi, ya? Mau saya bikinkan apa?”

Aslinya sih, saya mau jawab yang rada ngelunjak, macem tom yum, balado apalah, ayam panggang, rujak, cimol …. Tapi, demi mempertahankan predikat istri salekah dunia akhirat, saya hanya menjawab, “Nggak usah, Cin. Istirahat dulu aja, nanti saya ke dapur.”

“Boelaaahhhh… mau nasi goreng nggak?”

“Boleh deh,” jawab saya datar, padahal kegirangan. Hahahahahaha.

*****

“Makan dulu, Cin!” ujar Kak Atjeng.

Saya melihat piring yang penuh dengan nasi goreng. “Ini banyak banget, Cin. Makan berdua, yuk!” ajak saya.

“Saya kenyang, tadi baru makan maklube sama teman-teman.”

Akhirnya saya menikmati nasi goreng itu sendirian. Jam 10 malam. Waktu yang sebenarnya kita harus menahan diri untuk nggak makan supaya lemak yang tertimbun nggak semakin banyak organ dalam tubuh bisa istirahat dengan baik. Tapi, ya, bagaimana lagi, nama pun laperrr. Nasi goreng yang tadinya saya kira terlalu banyak, ternyata bisa saya sikat habis. Ya, gimana lagi. Selain rasanya enak, rupanya ada cinta yang tertinggal di sana

2 thoughts on “Cinta dalam Sepiring Nasi Goreng

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s