Pernik Rumah Tangga

Saya tengah membaca buku And The Mountains Echoed saat saya tiba-tiba berkomentar, “Kayanya, perempuan paling cantik di dunia itu perempuan-perempuan Afghan dan Kashmir.”

“Kok bisa?” tanya Kak Aceng.

“Saya pernah lihat foto-foto mereka di majalah. Yang saya lihat itu foto-foto perempuan korban perang. Kebayang kan muka mereka kalau hidupnya bahagia.” Lanjut saya.

“Kalau menurut saya, perempuan paling cantik di dunia itu orang Bogor yang doyan mungutin kenari.” Ujar Kak Aceng  sambil terkekeh.

Saya terpaksa mengalihkan wajah saya dari buku ke wajah laki-laki yang kelakuannya paling lucu sekaligus paling menyebalkan sedunia itu. Sebuah bantal saya layangkan ke arahnya. Oke, dia memang hobi ngegombal dan saya perempuan yang terjerat dengan gombalannya.

Image

***

Waktu awal-awal saya datang ke Mesir saya sempat frustrasi sampai-sampai saya harus bersijingkat keluar kamar pada malam hari, duduk sendirian di ruang tamu, kemudian mulai mengangis tersedu-sedu. Saya kira Kak Atjeng sudah tidur. Tapi rupanya saya salah sebab tiba-tiba ia duduk di samping saya sambil tertawa-tawa. “Apaan sih nangis doang aja harus keluar kamar.” Katanya.

Siiiiiiiinggg… mata saya memicing.

Hasrat menangis saya hilang seketika berganti dengan perasaan kesal setengah mati karena ada yang menertawai momen melankolis saya -_-

Image

***

Suatu ketika saya pulang lebih malam dari biasa. Di tengah perjalanan menuju rumah, Tiba-tiba terdengar suara seperti memanggil-manggil saya,

“Ya Katkuutaaah..[1]

Ah. Paling iseng lagi nih orang Mesir, batin saya.

“Ya sukkaaar..[2]

“Ya ‘asal..[3]” panggilnya lagi. Saya mulai menengok sambil menunjukkan wajah malas.

“Ya basbuuusaaak..[4]” lanjutnya.

Saya mulai menolehkan wajah ke arah sesorang yang tengah melambaikan tangan sambil mesem-mesem.

“Cinta, apaan sih nggak jelas!”Saya (lagi-lagi) memicingkan mata

Image

***

Saya suka bertanya-tanya tentang hal-hal yang random.

“Cin, sebutin satu keunggulan Cinta yang paling menonjol.”

Jawaban yang saya harapkan tentu saja jawaban konvensional terkait dengan kepribadian atau kemampuan. Tapi…

“Keunggulan saya itu dicintai oleh perempuan bernama Lulu Mardiah.”

Saya mendengus kencang sambil kembali memicingkan mata. Kenapa selalu begini?

 

***

Selamat hari jadi keenam ya! Moga kita selalu sakinah dalam rahman dan rahim Allah.

 

 

 

[1] hai anak ayam

[2] hai gula

[3] hai madu

[4] nama kue di Mesir yang manisnya minta ampun

3 thoughts on “Pernik Rumah Tangga

  1. Aarrggh.. Perihnya tuh di hatiiii *setelah menanyakan pertanyaan yang sama ke Widya tentang perempuan paling cantik terus dia jawab: “maybe”

    Semoga bahagia selalu ya ceu, keluarganya. seperti yang kamu bilang; berjaya di darat, laut, dan udara. Alias bahagia di dunia dan akhirat🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s