Mulai Menata Hati

Saya tidak bisa membayangkan bagaimana proses menyapih dapat terjadi. Tapi, saya mulai mencobanya. Bagaimanapun, Fatih sudah hampir 22 bulan dan saya hanya punya waktu dua bulan lagi untuk menikmati masa-masa menjadi ibu menyusui bagi Fatih. Dulu, ayah saya pernah mengatakan, “Kalau bayi lahir jangan buru-buru diambil atau disusui supaya dia ‘olahraga’ dulu, banyak gerak, belajar mengatur nafas.” Saya juga pernah membaca di salah satu artikel tentang parenting guide bahwa di Prancis dan Amerika orangtua terbiasa membiarkan anaknya menangis barang 2–5 menit setiap malam. Alasannya supaya anak bisa belajar menguasai diri sendiri sejak dini. Saya pun sempat mencoba beberapa kali dan selalu gagal sebelum hitungan ke-60.

 

Bersama harimau, kelinci, dan penyu. Teman bercerita.

Bersama harimau, kelinci, dan penyu. Teman bercerita.


Sekarang Fatih sedang dalam masa–yang orang bilang–terrible two atau lebih bijak kalau kita katakan sebagai terrific two. Sebuah fase perjalanan anak menuju usia dua tahun yang dipenuhi aneka keajaiban yang menguras emosi. Saya merasakan gigitan Fatih yang luar biasa, tangan yang mulai suka menarik-narik rambut dan kacamata dengan kencang, lemparan benda-benda ke tujuh arah mata angin dengan kekuatan penuh, mulut yang suka menyemburkan makanan, perilaku-perilaku ngahajakeun yang bikin saya siaga tiga, menumpahkan air, dan lainnya. Namun, itu semua tidak ada apa-apanya dibandingkan kemampuannya membahagiakan hati saya.

Saya bahagia ketika hal yang pertama kali ia ucapkan setiap bangun tidur adalah “mama”

Saya bahagia ketika ia memeluk dan menciumi saya sampai meninggalkan air liurnya di wajah saya.

Saya bahagia mendengar ia menyanyikan lagu twinkle-twinkle little star sambil menggoyangkan kepalanya.

Saya bahagia menyaksikannya menyapa orang-orang di bawah rumah dengan perkataan khas orang Mesir, “Aiwaaahhh”

Saya bahagia akan banyak hal. Dan bagi saya, momen paling membahagiakan adalah saat menyusuinya. Sebab saat itulah anak kecil yang sedang banyak tingkah itu mendadak jadi supermanis. Bola matanya selalu menatap saya sementara tangan mungilnya menyentuh-nyentuh wajah saya. Seringkali saya mengajaknya berbicara, dan ia meresponnya dengan perkataan “Heeeeeeeemmm” yang artinya ‘nggak’ atau ‘nggak mau’. Sementara, kalau setuju ia akan menganggukkan kepala dan tersenyum. Selesai mengobrol, saya akan mulai mengajaknya mengaji, kemudian menyanyi hingga ia terlelap.

Fatih dan senyum tanpa rasa bersalah. Kisah setiap hari.

Fatih dan senyum tanpa rasa bersalah. Kisah setiap hari.

Anak kecil itu sudah hampir dua tahun. Dua bulan lagi barangkali saya juga akan mengalami separation anxiety saat harus menyapih Fatih. Ada banyak cara yang dilakukan orangtua dalam menyapih anaknya. Salah satu yang direkomendasikan adalah weaning with love atau menyapih dengan cinta. Maksudnya, anak tidak dibohongi dengan ucapan seperti “ih susunya sudah basi” atau pun dengan mengolesi minyak atau sesuatu yang pahit sehingga anak merasa aneh. Menyapih dengan cinta lebih kepada menanamkan kesadaran atau memberikan pemahaman kepada anak bahwa saat ia mendekati usia dua tahun, ibu akan mulai menyapihnya. Saya pun mulai sering mengatakan, “Wowww… Fatih sudah jadi anak besar. Sebentar lagi berhenti mimi.”

Beberapa hari terakhir saya mencoba untuk mengurangi ketergantungan Fatih dengan aktivitas menyusui. Dan permulaan selalu menjadi bagian terberat. hehehe… Mulai dari pengalihan ke mainan, ngobrol, sampai pada akhirnya saya pun harus menguatkan diri mendengar tangisan Fatih selama…lima menit lebih sedikit. Jangan sangka cuma Fatih yang nangis, hati saya juga perih loh😀  Setelah dia mulai tenang, saya kasih dua pilihan,”Fatih mau tidur sendiri atau dipeluk mama?” Ia pun merebahkan kepalanya di lengan saya sambil terisak-isak. Saya memeluknya sampai ia tertidur lelap. Mudah-mudahan nanti, tepat di usianya yang kedua, Fatih bisa tersapih secara baik. Maaf, ya, Fatih! I love youuuu😀

Ada banyak jalan menuju Roma. Ada banyak jalan menaiki kereta: dipanjat misalnya.

Ada banyak jalan menuju Roma. Ada banyak jalan menaiki kereta: dipanjat misalnya.

5 thoughts on “Mulai Menata Hati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s