Ma’assalamah Kak Ima dan Mang Ican

Kopi darat. Itulah istilah pertemuan di alam nyata bagi orang yang sebelumnya hanya mengenal lewat dunia maya, entah itu melalui blog maupun jejaring sosial macam fesbuk ataupun twitter.  Bagi saya, kopi darat itu sendiri adalah salah satu pengalaman termenarik dan terunik karena bagaimana bisa seseorang yang belum pernah bertatap muka satu sama lain tiba-tiba tanpa canggung bisa saling bersalaman, cupika cupiki, berpelukan, dan tenggelam dalam percakapan yang bisa dibilang ngalor-ngidul alias ke mana-mana.

Kamis kemarin, pasangan pengelana yang tenar sepenjuru Masisir (ehm) berkesempatan untuk menyambangi kawan lamanya yang kebetulan adalah tetangga dekat kami. Tentunya momen ini kami gunakan untuk berkopi darat ria. “Assalamualaikum Kak Imaaaaaaaaaaaa.” Kataku sambil malu-malu. Hahaha.. Rupanya, pengelana perempuan bernama lengkap Imazahra ini tipe ekstrovert yang super duper ramai membahana. Jadilah pertemuan kami yang pertama itu jauh dari nuansa canggung. Kak Ima pandai bercerita. Segala hal bisa ia ceritakan, terutama yang berkaitan dengan pengalamannya sebagai seorang backpacker.

Yang jelas, perkelanaan Kak Ima kali ini pastilah akan jadi yang paling cihuy karena dilakukan berdua suaminya dengan tema HONEYMOON BACKPACKER. Perkelanaan kali ini ini pasti rasanya madu sekali, ya, Kak? B)

Image

Mampir ke sini untuk merasakan serunya blusukan ala Kak Ima dan Mang Ican

Rupanya, selain pandai bercerita Kak Ima ini pandai memasak. Dan saya menjadi salah satu the luckiest people on earth karena setelah hampir dua tahun tidak pulang ke tanah air, akhirnya kesampaian juga mencicip rasa mpek-mpek yang super enak; ikannya terasa, teksturnya lembut, dan harum bumbunya semriwing. Rupanya untuk bikin mpek-mpek yang enak seperti itu Kak Ima harus bertapa dulu sekian tahun di dapurnya hingga akhirnya jreng jreeenggg.. terkuaklah sebuah rahasia besar tentang cara pembuatan mpek-mpek. Berkat hal ini juga Kak Ima dan Mang Ican sempat membuat usaha jualan mpek-mpek melalui jejaring sosial. Omzetnya lumayan menggiurkan loh… no wonder, rasanya memang top markotop.

Sayangnya, saya sempat tertinggal beberapa langkah awal ketika menakar adonan. Nah, saya juga diajari oleh Kak Ima cara membuat bentuk mpek-mpek kapal selam. Ternyata sederhana ya kalau kita tahu caranya. Selama proses membuat mpek-mpek itu Kak Ima banyak cerita tentang kehidupannya yang tentunya ada nilai-nilai kehidupan yang bisa saya ambil dan renungkan.

ImagePempek buatan Kak Ima yang super endeusss.

Meskipun kopi darat kami terhitung singkat karena Kak Ima dan Mang Ican masih harus menjelajahi Mesir keesokan harinya dan juga kopi darat-an dengan kawan-kawan lainnya, tapi sudah banyak kesan yang saya dapatkan dari pasangan tersebut. Salah satu hal yang sering diulang Kak Ima adalah, “Harta terbesar saya itu teman-teman saya.” Dan siang ini, salah seorang siswa saya menyampaikan sesuatu yang sangat manis, “Bu, ada salam dari Kak Ima. Hari ini Kak Ima pergi ke Tunisia.”

Terima kasih kami untuk Kak Ima atas cerita, keceriaan, dan mpek-mpeknya. Semoga langkah-langkah Kakak dan Mang Ican menjelajahi dunia ini dipermudah dan memberi banyak pengayaan batin yang bisa kembali dibagi kepada kami. Selamat bertemu dengan teman-teman baru di berbagai tempat baru. Ma’assalamah Kak Ima dan Mang Ican!

ImageDua orang yang dari tadi saya ceritakan. hehehe… (sumber foto: fesbuk Kak Ima)//

5 thoughts on “Ma’assalamah Kak Ima dan Mang Ican

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s