Fatih Sebelas Bulan

Fatih, bagaimana rasanya sudah punya empat gigi?

Bagaimana rasanya mendengarkan suara-suara teriakan sendiri?

Bagaimana rasanya berjalan satu, dua, tiga, empat, lima, enam langkah?

Bagaimana rasanya bermain bersama lele, paus, bebek, dan mobil di baskom?

Bagaimana rasanya tertawa bersama mama, baba, dan orang-orang di sekitarmu?

Bagaimana rasanya mempunyai rasa penasaran yang tinggi terhadap berbagai hal?

Fatih yang semakin salih dan pintar, di umur yang ke-11, baba mengajakmu jalan-jalan ke sebuah komplek wisata sejarah di kawasan Rhoda (Rawdah), Cairo lama untuk melihat-lihat Nilometer dan Museum Oum Kalthoum.

ImageFatih, kita pergi ke sana naik taksi. Posisi kamu yang seperti itu nggak bertahan lama, ya.. karena setelah melihat Nil, kamu jumpalitan ke sana ke mari

Image

Can you spot yourself, Dear Son? Ya, Fatih juga ikut turun untuk pegang-pegang batu yang ada di bawah. Cape nggak?

Image

Fatih, yang dibelakang kita itu Sungai Nil. Hulunya ada di Danau Victoria, Tanzania. Untuk tiba di Mesir, air Nil harus harus melewati 6 negara dulu. Negara apa saja yang terlewati? Nah, kalau itu kamu baiknya tanya baba aja…

Image

Aku hampir bukan bayi lagi looohhh… Ya deh, makanya Fatih nggak betah lama-lama di gendongan😀 Maunya jalaaaaaaaann ke mana-mana.

Image

Di dalam komplek wisata tersebut ada sebuah masjid. Ternyata di dalamnya ada makam salah seorang sahabat kesayangan Rasulullah. Namanya Abdurrahman bin Auf. Fatih percaya, nggak? Kok mama nggak terlalu percaya, yaaa😀 #harusnanya

Image//

Ini formasi narsis lengkap. Baba kamu super ingin masuk ke bangunan yang ada di belakang kita ini. Sayang sekali, tidak boleh karena bangunan ini dikhususkan untuk pertunjukkan musikal di malam hari. Namanya Monasterly Palace.

Image

Ayo deh kita cepet-cepet ke museum Ibu Umu Kultsum😀

Image

Fatih sedang takjub dengan kacamata berhiaskan permata dan saputangan milik Ibu Umu Kultsum yang dipakainya ketika sedang tampil

Image

Fatih, museum ini dipenuhi dengan foto-foto sang maestro dari mulai masa kecil hingga masa tuanya. Fatih nanti mau bikin museum juga?

Image//

Fatih, kenapa yang dilihat kayunya? (aku kan nggak sampe, Maaa -__-)

Image

Fatih, alat-alat itu digunakan untuk merekam lagu-lagu ibu Umu Kulsum.

Image

Fatih, yang ini adalah sebagian kecil koleksi sepatu dan tas milik ibu Umu Kultsum.

Image

Foto Ibu Umu Kultsum di masa kejayaannya. Cakep mana sama mama kamu, Fatih? Coba dipastikan ke baba😀

Image

Hoahhhmm.. Fatih sudah ngantuk. Waktunya pulaaaaaaaaang. Gantian, sekarang Baba yang gendong Fatih.

Image

Sampai jumpa lagi! Fatih, itu Ahmad al-Farghani. Arsitek Nilometer yang memperluas cakrawala pengetahuan kita pada hari ini. Tangan kanannya memegang jangka lambang presisi dan tangan kirinya memegang buku lambang ilmu. Presisi dan ilmu, dua hal yang akan selalu seiring sejalan. Dalam perjalanan hidupmu, bersahabatlah dengan ilmu dan berpeganglah kepada segala sumber ilmu, Allah Yang Mahasegala agar kau bisa mengukur presisi langkahmu di hari depan.

Selamat sebelas bulan, Fatih!

4 thoughts on “Fatih Sebelas Bulan

  1. Jalan jalan yang menyenangkan ya nak..
    Moga menjadi warisan fatih kelak untuk bisa menjadi memori ketika besar kelak..
    Tentunya fatih akan lebih banyak lagi jalan2 ke seluruh dunia…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s