Rasa Merdeka

Rasa takut kita kepada Allah adalah modal dari bangkitnya perasaan merdeka di dalam diri kita. Seseorang yang merdeka adalah ia yang memberikan loyalitasnya kepada nilai-nilai ketuhanan dan kehidupan dan melepaskan dirinya dari belenggu kehinaan.

Jika berbohong adalah belenggu, merdekakanlah diri kita dengan kejujuran.

Jika sombong adalah belenggu, merdekakanlah diri kita dengan kerendahan hati.

jika takut adalah belenggu, merdekakanlah diri kita dengan keberanian.

Bohong, sombong, dan takut adalah tiga usaha yang lumrah dilakukan oleh manusia yang berada di bawah kuasa manusia lain. Kita terbiasa berbohong agar terlihat baik dan tanpa cela. Padahal, hakikat kebohongan adalah ketidakberanian dalam mengakui kelemahan diri.

Manusia belaku sombong agar bisa berbangga-bangga. Padahal yang dibanggakan adalah hal yang fana dan tidak kekal. Manusia berlaku sombong agar dipandang dan dimuliakan orang, padahal detik itu juga ia menjadi hina di hadapan Allah.

Manusia bersikap takut karena merasa dirinya kecil, hina, tak berdaya, dan rendah di muka orang lain. Manusia merasa takut untuk mengamankan posisinya di mata orang lain sehingga ia membungkam kebenaran. Padahal, sebaik-baiknya posisi kita adalah di hadapan Allah. Muliakanlah dirimu hanya dengan perasaan takut kepada Allah.

Begitulah, sore ini aku menasihati diri sendiri agar terhindar dari sikap-sikap tersebut. Menasihati diri agar hilang rasa keterbelengguan. Menasihati diri agar menjadi manusia merdeka.

Ittaqillah, ittaqillah, ittaqillah haitsuma kunta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s