Shalat Jumat yang Pertama

Jumat (5/6) adalah pertama kalinya saya ikut shalat Jumat. Sebabnya sederhana: ka aceng khutbah untuk pertama kali dalam hidupnya. hahahaha…..(akhirnya setelah ditekan dari sana-sini). Perjalanan yang kami tempuh cukup panjang, yaitu dari distrik 10 ke daerah Dokki. pertama, kami naik tramco ke Damrdash, kemudian dilanjutkan dengan naik metro (kereta api) ke st. mubarak dan disambung ke st. el-behoos.

Sampai di sana, masih ada waktu 1 jam lagi menuju zuhur. akhirnya, dengan pertimbangan keadilan terhadap perut, kami pun menyempatkan makan thomiyah bil baidh (roti gandum isi sayuran, kacang polong goreng, telur, dan saus wijen) di warung terdekat. Rasanya lumayan lah…tapi terhitung kecil dibanding thomiyah yang biasa saya beli di arabiata–salah satu resto thomiyah yang perlu diperhitungkan.
***

Masjid itu berada di lingkungan Sekolah Indonesia Cairo (SIC). Sampai di sana kami disambut oleh anak-anak kecil yang tengah belajar mengaji. Saya pun masuk ke tempat shalat perempuan, sementara ka aceng bersiap di ruang takmir masjid. Setelah sendirian menunggu cukup lama, datanglah ibu-ibu KBRI yang ingin ikut shalat Jumat juga.

Adzan membuyarkan obrolan kami dan segera mengambil ancang-ancang untuk mendengar khutbah Jumat. Tema kali ini adalah meneladani kepemimpinan Umar ibn Khattab.
***

Shalat Jumat pun berakhir, tetapi tidak dengan keberadaan kami. Setelah ini ada diskusi tentang sistem ekonomi kerakyatan vs neoliberalisme, dan ibu-ibu pun semakin banyak yang berdatangan. Diskusi berlangsung santai dan enak–karena selama diskusi kerjaan saya cuma ngunyah makanan yang disediain panitia. hehehe.

Setelah diskusi selesai, segera digelar sesi makan siang (ohh… betapa beruntungnya) dan dilanjutkan dengan shalat ashar berjamaah.
***

Di sini saya bertemu dengan bu umi (ibu yang membantu saya di bandara Mesir), dan berkenalan dengan banyak orang baru, ada mbak ima (makasih banyak ya mbak untuk pattiseries-nya^^), teh ratih (yang ternyata orang gunung batu), mbak uning (orang riau tapi suaminya orang leuwiliang), fully (kelas 2 smp yang tergila2 dengan jepang), mamanya fully, dan yang lainnya.

Sepulang dari masjid SIC kami sempatkan bersilaturrahin ke rumah Ceu Mimin dan Pak Endang, bertemu dengan Isa, Yahya, dan Nurhan. Makan malam bersama–dibekelin pula. hadooohhhh…
***

Sekitar jam 10 malam kami tiba di rumah.

8 thoughts on “Shalat Jumat yang Pertama

  1. bundaelly said: waaaaaah.. dah ketemuan ma ceu mimin yaa?saya belum pernah ketemuu😦

    iya bund, namanya juga sesepuh, kudu dikunjungi. hehehe… ayo bun, kapan mau main ke sini, ntar aku temenin ke ceu mimin🙂

  2. dan berkhotbah tentang kesusahan kita punya negara. gara2 itu pula, jadilah, sewaktu pulang dan bertemu dengan salah seorang jama’ah, dia berkata: “mas, itu kok khutbah sampeyan kaya diskusi? tadinya mau aku protes, tapi inget itu sidang jum’at”. hehehelove u cintaku [loh …]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s