Iqbal’s thought about Mecca and hajj

ini tentang pemikiran Sir Muhammad Iqbal tentang hal yang sedang hangat: ka’bah dan haji. di sini saya akan menyarikan ulasan Annemarie schimmel dengan melakukan beberapa perubahan yang sesuai dengan pemikiran saya.

aneh, sederhana, dan warna-warni sejarah ka’bah:

akhirnya adalah Husain, awalnya adalah Ismail

ka’bah adalah lambang ketaatan dan pengorbanan ismail terhadap apa yang Allah firmankan melalui mimpi ibrahim. dan akhir kisah spiritual murni ka’bah adalah ketika husein masih berdiri di sana. namun, bagaimana pun, ka’bah adalah rumah Allah, dan Dia yang akan memeliharanya. ka’bah adalah kiblat umat Islam di seluruh dunia yang telah mempertemukan dan merekatkan umat Islam di seluruh dunia. itulah rahasia sejati ka’bah!

mengajarkan perpisahan dari rumahnya dan menghancurkan keterikatan pada tanah air;

ini adalah kesetiaan di mana semua merasa diri mereka menjadi satu

ia menggabungkan lembaran-lembaran dari buku agama

ka’bah meruntuhkan pemahaman nasionalisme sempit dan menggantinya dengan persaudaraan Islam. di sini, orang jerman, australia, indonesia, timor leste, somalia, amerika, maroko, dsb berubah menjadi ‘orang islam’. di sini, konstitusi masing-masing negara tidak berlaku: hanya ada hukum Allah.

pusat dari negara Islam adalah baitullah

di mana semua muslim menjadi saudara

dalam pandangan iqbal, ka’bah bisa dibandingkan dengan liga bangsa-bangsa yang akhirnya hanya menjadi gudang kebijakan politik barat. hal ini tentu sangat berbeda dengan ka’bah yang mewakili semua bangsa yang satu dan tidak terbagi-bagi dari semua anak cucu adam; adalah simbol dari kesatuan internasional, sekaligus kesatuan ilahiah. ka’bah telah “menjadi jawaban” sejak pagi-pagi sekali terhadap permasalahan nasionalisme sempit dan rasialisme yang menjadi pokok permasalah Barat.

usaha keras Islam sebagai sebuah agama telah digunakan untuk memecahkan masalah ini (ras) dan jika Asia modern berharap menghindari nasib eropa, tidak ada obat lain kecuali menerima prinsip-prinsip Islam dan berpikir bukan dalam kerangka ras, melainkan seluruh umat manusia.

menurut Nicholson, seperti yang dikutip schimmel, iqbal terinspirasi oleh pandangan mekah yang baru, sebuah negara utopia yang teokratis dan meliputi seluruh dunia, ketika semua muslim bisa menjadi satu. namun, saya, sebagai umat islam sama sekali tidak memandang hal tersebut utopis. sangat mungkin, sebab dahulu, umat Islam pernah mengalaminya.

dan, itulah idealisme iqbal. maka, iqbal tidak akan mengatakan bahwa musuh utama kehidupan dan kebudayaan Islam adalah segala yang berbau “barat”, tetapi nasionalisme kewilayahan yang tumbuh pesat setelah Perang Dunia (PD) I, membuat turki melawan khalifah dan negara islam terpecah-belah; masing-masing saling membanggakan kedigdayaannya dan berusaha untuk menghegemoni.

namun, keterpecahbelahan itu menyisakan kesatuan meski sesaat, yaitu ketika umat islam berkumpul di ka’bah untuk beribadah. bagi iqbal, ka’bah juga merupakan lambang yang berbicara bahwa keterikatan pada tanah kelahiran dan ketergantungan pada bangsa atau wilayah tertentu akan menghalangi manusia dari pendakian spiritual. dengan kata lain, dalam karya iqbal, ibadah haji ke makkah mempunyai aspek ganda: aspek lahir (politis), sekaligus aspek batin. oleh karena itu, makkah menjadi pusat Islam yang tepat, yaitu ketika pengalaman religius dan pengejawantahan politiknya tidak terpisahkan.

tappppppiiii,

ada tapinya nih, dan saya merasa bahwa ini sangat penting bagi kita untuk bisa berefleksi. iqbal merasa sangat sedih menyadari bahwa pemimpin islam pun berada dalam bahaya penerimaan ide nasionalisme dan ka’bah pun berada di bawah mantra-mantra ideologi eropa.

datanglah seruan: ini tidak kurang dari pagi kebangkitan–

bangsa cina telah memakai pakaian suci untuk berhaji,

tapi penduduk mekah masih tidur dalam biliknya.

8 thoughts on “Iqbal’s thought about Mecca and hajj

  1. ya..ya..ya..kalian berdua manusia-manusia buduh, apa yang kalian tidak mengerti sudah saya havus (maksute di edit). baca yang benernya aja yak.buat husna: kaga ada yang perlu dipikerkenbuat ashoff yang merasa ganteng: bohong adalah perkara yang tidak baik. hahaha..

  2. waddduh.. tapppi-nyangeri banget??tulisannya enak dibaca tuh ceu! aku demen! taukan kalo adikmu yg 1 ini paling males baca!!jazakillah selulax cantix atas artikel yg bermanfaatnyaah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s