‘Girls of Riyadh’ spurs of Saudi Novel*

*sebuah artikel ulasan buku di Jakarta Post pada hari ahad lalu (5 agustus 07). sayang, saya lupa siapa yang nulis.

ketika saya membaca judul artikel tersebut, saya teringat dengan pembicaraan saya pada november silam dengan mas romli (temennya temen sayah, tapi sekarang saya udah temenan sama dia). waktu lagi ngobrol-ngobrol itulah tiba-tiba mas romli bilang, “di arab juga ada novel banaat riyadh (girl of riyadh). tentu saya nggak tau apa isi novel tersebut, tapi kata mas romli, “ngasih liat sisi lain perempuan di arab.” terus terang, ucapan mas romli sedikit banyak bikin lintasan-lintasan dugaan di pikiran saya; apa jangan-jangan tu buku isinya seputar seks dan perempuan yah? model-model novelnya nawal.

dan, pertanyaan saya itu pun terjawab di artikel jakarta post tersebut. dalam artikel tersebut dinyatakan bahwa novel-novel arab semisal banaat riyadh (girls of riyadh), al-hobb fil saudiyya (love in saudi), fusouq (debauchery), dan al-akharun (the others), terlalu fokus pada relasi seksual. novel-novel tersebut ditulis oleh para penulis baru dan dibubuhkan judul yang sensasional.

sebagai contoh adalah al-akharun (the others) yang ditulis oleh seorang perempuan dengan menggunakan nama pena; siba al-harz. bukunya dikatakan menarik sebab mengudar sisi gelap (dan juga perlakuan tidak adil) bagi penganut lesbianisme, yang disebut al-harz sebagai a long response to pain and alienation.

buku-buku demikian rupanya sedang sangat diminati oleh publik barat. said ramadhan hassan dari saqi books london office menyatakan bahwa buku-buku yang ditulis oleh penulis muda, terutama perempuan, merupakan a whole phenomenon. sebab, seperti yang diungkap oleh Abdullah Hassan, project editor at the America unversity in Cairo (AUC), it’s become a window to the Arab World.

terus terang, saya khawatir dengan fenomena ini. sastra terkadang digunakan sebagai alat kampanye hati yang paling aman, sebab sastra sangat mudah berlindung di balik jubah ketiadasalahan. tidak ada yang salah dalam sastra, toh itu ungkapan rasa penulis yang diangkat dari realitas yang ada, bahkan tidak jarang justru menegasikan nilai-nilai yang digariskan agama.

yah, gitu dulu aja deh. sebenere saya masih mau nulis banyak. yang jelas, jangan sampe, hal ini jadi semacam tren baru di masyarakat arab. tren yang bablas. ntar kaya indonesia lohhh… banyak muncul karya sastra yang berafiliasi GSM (Gerakan Syahwat Merdeka–minjem istilah dari Om taufik ismail). bener-bener ga ramah lingkungan.

3 thoughts on “‘Girls of Riyadh’ spurs of Saudi Novel*

  1. ya … saya lihat jg fenomena ini sengaja dibuat mengglobal, whether it’s admitted or not, krn agendanya jelas, menyerang dari dalam, menggerogoti moral anak bangsa sebelum final touch …!saya lupa baca wawancara/liputan koran tempo, tentang seorang perempuan penulis dari bogor yang sangat menentang karya yang dia sebut ‘hanya fokus ke seks’ dan bukan ‘perkelaminan’ … atau — sepemahaman saya — gender oriented, bukan sex oriented.;-]

  2. paman satriyo, tapi beneran deh, perempuan penulis dari bogor itu bukan saya. hehehe :piya, ini memang terlihat sengaja dibuat mengglobal. kesian ya perempuan, awalnya mau –seolah-olah– terlihat independen, tapi justru lebih mengulik sisi seks-nya yang menenggelamkan sisi-sisi kemanusiaannya yang lain, juga bener2 merendahkan institusi keluarga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s